Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Asyiknya Ditantang Menulis di Komunitas

Hampir 12 hari ini saya mempublikasikan tulisan, baik melalui blog dan Instagram. Ibarat ada writing challenge “One Day One Post” yang tenar di kalangan blogger. Atau ada  “30 hari bercerita” yang tagarnya pernah bertebaran di Instagram saat awal tahun.
Kegiatan ini selalu menyenangkan, dan pastinya mengasah kreativitas.
Mungkin saya hidup di kota yang mobilitasnya padat. Pembaca menunduk sambil menggulirkan tulisan-tulisan yang mereka baca via gawai pintar. Rata-rata, mereka membaca berita, artikel listing, atau trivia yang dianggap menarik dan menyegarkan pikiran. Ada juga yang baca meme dan jokes. Fanfict. Ada.
Sayangnya, tak semua mau berlama-lama membaca cerpen, novel, atau esai yang idealnya di atas 1000 kata. Mungkin saja, waktu mereka habis meneliti kehidupan orang di Instagram atau mencari ide receh di linimasa Twitter atau LINE. Atau, mungkin saja tak sempat karena tak tega membaca akhir ceritanya. Jadi ditunda sampai mood dan waktu selaras. Khas anak milenial. Mungkin, Anda…

Foto Premium Mudah dan Terpercaya, Memang Ada?

Kebanyakan orang menganggap, satu foto punya berjuta makna.
Anggapan ini ada benarnya. Tapi, tidak semua foto bisa mewakili tulisan spesifik. Apalagi, kalau tulisan itu bertema foto pola yang beraneka warna. Masa harus menyertakan foto fauna liar?

Dari Merapi

Bunga edelweis kering. (Foto: Nadia K. Putri)
Empat tahun pasca erupsi Gunung Merapi, perlahan lumut mulai bertumbuh. Bunga-bunga edelweis dibudidayakan. Turis berdatangan untuk menyaksikan bukti sejarah kemegahan Gunung Merapi yang tak bisa ditandingkan.

Baru kali pertama itulah saya melihat langsung wujud bunga edelweis yang dijual oleh penduduk setempat. Sempat tak yakin apakah bunga tersebut asli bunga edelweis, saya cepat-cepat potret agar suatu saat bisa mencari informasi tentang bunga itu.

Beberapa tahun kemudian, rasa penasaran terhadap bunga edelweis mulai membuncah. Rupa-rupanya bunga ini adalah indikator seberapa "sehat" lingkungan alam sekitar gunung. Dalam arti, bunga edelweis merupakan faktor penentu seberapa seimbang interaksi manusia dengan alam, dan gambaran masa depan flora yang akan punah.

Bunga edelweis hanya bertahan dalam jangka waktu pendek, tak seperti bunga lain. Pasca bunga mekar, kelopak bunga akan terbang dan hilang seperti debu. Di beberapa arti…

Bianglala Kita

Photo byRaúl NájeraonUnsplash
Kata ibu, hidup itu seperti roda bianglala.
Suatu ketika, ibu pernah bercerita bahwa jika kita sedang di atas, bolehlah sejenak memandang penampakan indah dan megah. Ciptaan Tuhan tak pernah berbohong. Ciptaan Tuhan mengajarkan manusia agar bisa memahami segala yang diciptakan. Dari ataslah, benda-benda kecil tak kelihatan. Hal-hal buruk tak sampai tersingkap.
Bertahun-tahun kemudian, roda bianglala berputar ke bawah. Kehidupan dimulai dari bawah. Bukannya seperti gerakan underground yang memulai segalanya dari masyarakat kelas bawah. Bukan. Melainkan, kehidupan dimulai dari nol. Apa-apa yang sudah diraih, kenikmatan yang sudah didapat, dan segala kuasa yang hanya bisa dicapai manusia, terpaksa diambil bagi yang berhak. Kehidupan dimulai dari bawah, dimulai dari nol. Dimulai kembali seperti mereset komputer berkecepatan tinggi yang hang. Dimulai kembali dari nol untuk menghindari puncak jenuh. Di kala jenuh itulah segala aktivitas berjalan lambat dan melen…

6 Ekspresi Kamu Sebelum dan Sesudah Wisuda

Ada-ada saja ekspresi sebelum dan sesudah kamu menyambut wisuda. Sudah bertebaran pula meme yang menggambarkan seberapa asoy dan ngenesnya menjelang wisuda. Nggak perlu pesimis duluan!

Jalan Pulang

Empat tahun lalu usai mengikuti pelatihan dari sebuah organisasi kampus, aku mengendarai motor matik menuju gerbang perbatasan Kukusan dan kampus. Sebut saja gerbang pintu Kukusan. Hari itu hari minggu, jalan lingkar dalam kampus terlihat sepi. Motor pun hanya beberapa yang lewat. Apalagi ke arah gerbang pintu Kukusan.
Tepat pukul tujuh pagi, aku sudah sampai di gerbang tersebut. Tak tahunya, ditutup. Yah elah. Mana sebentar lagi akan hujan. Lingkungan sekitar sepi sekali. Duh paniknya. Kalau ada pencopet atau perisak motor bagaimana? Kutenangkan diri. Sambil menarik napas, aku parkirkan motor dekat pintu masuk gerbang. Kemudian membuka jok dan cepat-cepat mengambil jas hujan.
Jalan diguyur hujan. Siapa yang mau menjamin kau aman? (Foto: veeterzy / Pexels)
Tak sampai lima menit, hujan langsung mengguyur deras. Daerah tempatku parkir tidak ada pohon yang menahan arus hujan turun. Saat menghidupkan motor, aroma hujan semakin menguat dan air yang turun semakin menyakitkan kulit. Terlalu d…

Apa Zona Nyaman Menulis Anda?

Zona nyaman. (Foto: Pixabay)
Ya Tuhan, sudah setua ini. Apa ya zona nyaman menulis saya?
Jika saat ini Anda sudah 22 tahun, berarti hampir 16 tahun berkutat di dunia literasi. Anda mulai belajar membaca dan menulis sejak 6 tahun. Anggaplah kelas 1 SD. Kemudian, membangun imaji dan angan di alam pikir dari ratusan buku-buku yang telah dibaca.
Beranjak dewasa, barulah menghadapi berbagai macam realita hidup yang rupanya juga tertera dalam novel-novel. Segala pahit manis, aku dan kau telan semua agar bisa mengambil hikmahnya.
Bagaikan spons, semua yang dibaca akan diserap dan diendap. Suatu saat nanti, endapan itu akan keluar dengan sendirinya berupa tulisan, tindakan, dan ucapan. Spons itu memang memiliki zona nyaman sendiri, ibarat ia yang senang dicelup di tempat berair dan berendam selamanya di sana. Namun, tak ada gunanya juga spons direndam terus. Ada saatnya ia dipakai manusia untuk mengelap atau mencuci.
**
Semenjak ibu mengenalkan buku harian padaku, aku semakin rajin menulis dan …

4 Alasan Mengapa Anda Harus Menulis

Menulis? Untuk apa sih menulis? Mending nge-game aja~
Menulis dan menulis. (Foto: Kaboompics / Pexels)
Menulis kini bukan kegiatan yang asing lagi. Menulis sangat akrab dalam kehidupan kita. Kalau Anda membaca koran, siapa yang menulis? Kalau Anda hobi membaca komik, hayo siapa yang menulis?
Atau bagaimana jika Anda tiba-tiba keranjingan membaca fan fiction Naruto, Death Note atau Boys Before Flower yang penggambaran ceritanya di luar imajinasi kita?
Bagaimana jika Anda senang membaca portal berita yang bahasanya anak milenial dan bertema kids jaman now banget, siapa coba yang menulis?
Tetot!
Tentu saja, di balik tulisan-tulisan apik di media yang sering Anda temui, ada perjuangan dan komitmen agar konten berkualitas selalu dihasilkan. Hal yang lebih penting, penulis tersebut pasti mempunyai strong why untuk tetap produktif menghasilkan karya tulisan.
Pernahkah Anda terpikir bagaimana mereka tetap kreatif menghasilkan tulisan yang menginspirasi, menghibur, bahkan mengobati luka-luka ak…

Keluarga-keluargaan

Begitu tidak percaya dirikah menceritakan tentang kondisi keluarga?
Tergantung situasi dan kondisi.

Setahun Lalu di Bantimurung

Foto oleh Yuni A. Putri.
Setahun lalu di Bantimurung, Maros, aku bertemu dengan kupu-kupu yang bebas berkeliaran di habitatnya. Mulai dari spesies langka hingga yang sering kujumpa, mereka punya pilihan atas kebebasan mereka sendiri: terbang sesuai arah dan tujuan.

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan