Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Setahun Lalu di Bantimurung

Foto oleh Yuni A. Putri.

Setahun lalu di Bantimurung, Maros, aku bertemu dengan kupu-kupu yang bebas berkeliaran di habitatnya. Mulai dari spesies langka hingga yang sering kujumpa, mereka punya pilihan atas kebebasan mereka sendiri: terbang sesuai arah dan tujuan.


Berbicara tentang arah dan tujuan, kadang kala manusia seperti aku dan pengunjung lainnya, sering memberikan definisi tersendiri yang mungkin saja, tidak kelihatan rasional di mata kupu-kupu. Bayangkan saja, jika kupu-kupu punya insting akan ada suatu tempat melimpahnya sumber pangan, maka mereka langsung menuju ke sana tanpa basa-basi lagi. Walaupun di antara mereka ada yang sempat diburu manusia, mati karena kelelahan, atau tertiup angin kencang gara-gara sayap yang rapuh.

Di sini, aku bukan berandai-andai untuk hidup sebagai kupu-kupu di taman konservasi di Bantimurung tersebut. Kupu-kupu ini bebas dalam artian semu. Mereka kembali pada habitat yang telah diatur sedemikian rupa oleh manusia. Demi melanggengkan kebebasan kupu-kupu dan juga ... melatih insting berburu dan menentukan tujuan. Manusia seperti ahli konservator, memang berperan penting. Di satu sisi melindungi kupu-kupu, di satu sisi juga memanjakan mereka.

Aku pun jadi teringat pada seorang pejalan yang hidup di habitat yang diatur sedemikian rupa. Kemudian hidupnya ditata oleh seseorang seperti ahli konservator. Setelah insting, kemampuan, dan daya cakapnya terlatih, ia pun keluar ke rimba dunia untuk berburu sumber kehidupan. Seorang pejalan ini layaknya kumpulan kupu-kupu yang terbang dan kujumpai di taman konservasi.

Setahun lalu di Bantimurung, Maros, taman konservasi kupu-kupu itu menjelma menjadi surga bagi pejalan sepertiku. Bagi para pelancong yang mengagumi kebebasan dan kesegaran hidup, sudah pasti merindukan ketenangan di antara riuhnya waktu berburu sumber kehidupan. Beruntung, kupu-kupu yang kutemui semakin banyak. Kuharap, kupu-kupu itu tumbuh membesar dan menjadi raksasa di taman konservasi itu.

Dan bisa melawan para manusia pemburu yang menjadikannya sebagai pajangan insekta awetan di ruang tamu.

Seperti seorang pejalan yang ikut membesar dan meraksasa pula, kemudian bisa menguasai lingkungannya tanpa harus merusak kehidupan orang lain.

Tentang arah dan tujuan, baik kupu-kupu dan pejalan sudah menentukannya. Ahli konservator atau orang yang Anda anggap ahli, hanyalah menyarankan. Mereka bukan tuhan atas diri orang lain. Anda sendirilah tuhan atas diri Anda sendiri. Sudah sering kulihat betapa banyaknya pemuda-pemudi yang terkekang karena tak mampu menentukan arah dan tujuan. Sudah kuamati betapa seringnya mereka mengeluh atas kehidupan mapan nan kering.

Kini sudah cukup. Uruslah diri sendiri dan selesaikan. Tidak semua orang mau dan bersedia menjadi kupu-kupu dan seorang pejalan. Sekali urusan diri selesai, barulah mengurus hal rumit yang berkaitan dengan urusan-urusan besar. 

**

Tulisan ini adalah bentuk kontribusi dalam Challenge Post Komunitas Nulisyuk Angkatan 6. 

Tema hari ke-1: This is Me!

Hashtags
#Survivalbatch6
#keepalive
#PnFB_2
#nulisyukbatch6
#day1
#ThisIsMe!

Anda berminat bergabung di komunitas Nulisyuk? Yuk mari kunjungi Instagramnya di @nulisyuk

Selamat menulis! :) 

Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Terowongan Kendal Sudah Berubah, Yuk Naik MRT!

ZAP Rawamangun Pindah Lokasi, Tenang, Kliniknya Ada Dimana-mana Kok

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan