Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Buku Antologi "Berjuang": 41 Kisah, 1 Komunitas, 6 Keadaan

Kisah seseorang yang berjuang, kemudian mendapatkan hikmah bahkan keajaiban dalam hidupnya. Kisah yang juga bisa membuat pembaca lebih bersyukur. Karena ternyata, setiap kisah perjuangan itu ada yang lebih berat ujian hidupnya daripada kita sendiri. Sampai manakah kita memaknai perjuangan dalam hidup?

BTS: Jumpa Bambu dan Kucing

Baru tiga hari diterjunkan foto di lapangan, saya kembali “jalan-jalan” keliling ibukota. Tepat pada Rabu, 15 Agustus 2018, saya mengunjungi sebuah instalasi seni di jantung ibukota. Tepatnya dekat Patung Selamat Datang dan Bundaran HI.
Instalasi seni yang terbuat dari bambu ini diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Instalasi seni tersebut digagas oleh Joko Avianto, seniman patung yang juga berprofesi sebagai dosen di Institut Seni Budaya Indonesia, Bandung. Karya seni ini dibuat untuk menyambut Asian Games 2018 dan HUT ke-73 RI pada Agustus ini. Dan dengan media bambu itulah, beliau tunjukkan.
Instalasi seni ini terinspirasi dari tali tambang. Tali tambang, biasanya merupakan simbol kekuatan dan persatuan. Sedangkan bambu yang menjadi bahan utama instalasi, merupakan simbol kesederhanaan dan kerakyatan. Dilansir dari wawancara Pak Joko Avianto dengan kumparan, ternyata bahan bambu menjanjikan di seni rupa kontemporer dan bisa menjadi high art.
Bermodal 1.500-1600 bambu yang…

Sebungkus Permen Chacha di Idul Adha

Selamat Hari Raya Idul Adha!
Sebenarnya telat mengucapkan, meski suasananya masih terasa. Sekarang, justru hari tasyik yang berjalan, dimulai hari ini sampai dua hari ke depan (11-13 Zulhijah).
Tepatnya pada Rabu lalu, saya dan adik pergi salat Idul Adha di masjid dekat rumah. Setelah memilih lokasi saf yang pas dan nyaman, kami duduk anteng sambil seksama mendengarkan ceramah. Mukena sudah terpasang dan siap siaga jika ajakan salat berkumandang.
Dua rakaat, seluruh jemaah salat tampak khusyuk menikmati lantunan surah panjang dari sang imam. Hampir setengah jam, salat dua rakaat tak terasa lama jika dilakoni dengan ikhlas dan penuh harap ampunan. Hampir setengah jam lebih, ada suara isak tangis balita yang tidak rela ditinggal ibu yang sedang solat.

Usai salat, kami berdua kembali mendengarkan khotbah kedua. Di tengah khotbah, seorang anak kecil kira-kira berumur 5 tahun yang ada di saf tiga dari depan, berkeliling sambil membawa permen merek Chacha. Sambil berjalan, ia memakan satu per…

Menjajal Resto Ayam Halal ala Dubai, Chicking di Bekasi

Dua pekan lalu, saya menyempatkan diri untuk ke sebuah bank dalam Mega Bekasi Hypermall. Rencananya sih untuk mengurus akun internet banking. Sampai di bank, yah malah tutup karena istirahat siang. Alhasil, saya beralih ke musola dan mencari tempat makan siang.
Sebelum kepala terasa pusing, saya buru-buru mencari dua tempat itu. Mal ini ternyata cukup luas dengan rute agak rumit jika jalan sendirian. Setelah berkeliling mal, akhirnya saya bertanya pada satpam perempuan. Beliau menunjuk ke papan bertuliskan musola sambil tersenyum.
Musola ini berada di lantai 5. Di lantai 5 ini, ada beberapa konter penjual makanan dari harga terjangkau sampai harga high end. Lokasi musola berdekatan dengan konter makanan, strategis dalam menjangkau pembeli, sehingga nggak perlu lagi bolak-balik turun tangga untuk mencari jajanan.
Selesai salat, saya teringat merek-merek makanan yang dilewati. Berkelilinglah di antara konter-konter makanan itu. Berharap ada yang nyantol, selesai, dan kembali lagi ke ban…

BTS: Ada Apa dengan Khitanan Massal?

Kamis itu, matahari menyengat sampai ke kain kerudung. Keringat mengucur di sekitar bawah kantung mata. Mata intens melihat kondisi jalan raya yang ramai lancar dengan kendaraan berpacu sedang. Ojek online yang saya tumpangi ini rupanya cukup membuat angin menerpa tubuh.
Kedua jemari dingin. Tangan kiri erat menahan pangkuan tas kamera, sementara tangan kanan berpegangan pada ujung besi tempat duduk bagian belakang jok motor. Motor yang cukup kencang membuat saya menahan tubuh agar seimbang. Sempat berpikir saat itu, kalaulah memang ditakdirkan kecelakaan, mungkin saja khusnul khotimah. Eh, tapi tanggung, mending hari Jumat saja perginya. Selang kemudian, saya tepis pikiran depresif itu.
Memotret foto ilustrasi khitanan massal. Kebayang gak lo?
Tangan makin dingin ketika tiba di kompleks Bandara Halim Perdanakusuma. Rasa gugup menyelimuti dan pikiran kalut selalu saja ada. Kalau nanti diliatin gimana? Kalau ntar ditanyain apa-apa gimana? Kalau ditanya kartu pers gimana? Kalau.. kalau..

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan