BTS: Jumpa Bambu dan Kucing

Pemandangan instalasi seni bambu di antara gedung pencakar di kawasan Bundaran HI, Jakarta. (Foto: Nadia K. Putri / publikasi di kumparan.com}

Baru tiga hari diterjunkan foto di lapangan, saya kembali “jalan-jalan” keliling ibukota. Tepat pada Rabu, 15 Agustus 2018, saya mengunjungi sebuah instalasi seni di jantung ibukota. Tepatnya dekat Patung Selamat Datang dan Bundaran HI.

Instalasi seni yang terbuat dari bambu ini diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Instalasi seni tersebut digagas oleh Joko Avianto, seniman patung yang juga berprofesi sebagai dosen di Institut Seni Budaya Indonesia, Bandung. Karya seni ini dibuat untuk menyambut Asian Games 2018 dan HUT ke-73 RI pada Agustus ini. Dan dengan media bambu itulah, beliau tunjukkan.

Instalasi seni ini terinspirasi dari tali tambang. Tali tambang, biasanya merupakan simbol kekuatan dan persatuan. Sedangkan bambu yang menjadi bahan utama instalasi, merupakan simbol kesederhanaan dan kerakyatan. Dilansir dari wawancara Pak Joko Avianto dengan kumparan, ternyata bahan bambu menjanjikan di seni rupa kontemporer dan bisa menjadi high art.

Bermodal 1.500-1600 bambu yang dibawa langsung dari Bandung, instalasi seni bambu ini dikerjakan selama satu minggu dan melibatkan 10 pekerja. Tak hanya itu, penopang bambu disusun sedemikian rupa dengan kokoh sebanyak 73 batang bambu. Jumlah penopang bambu ini lagi-lagi menyiratkan simbol, yaitu usia Indonesia yang memasuki 73 tahun.

Instalasi seni bambu ini sudah diletakkan lokasi sejak Selasa, 14 Agustus 2018. Ketika saya mengunjunginya, instalasi ini masih belum dibuka untuk umum. Rencananya, dibuka secara resmi pada Kamis, 16 Agustus 2018 pukul 16.00 WIB.

Kira-kira pukul 12.28 WIB, saya sudah sampai di sekitar lokasi. Instalasi bambu berhadapan dengan Patung Selamat Datang. Rasanya, tak mungkin untuk turun dan langsung injak rumput sekitaran instalasi. Panas terik, debu dan asap berhambur di siang bolong demi memotret instalasi bambu.

Mau tak mau, saya harus siap mengeluarkan kamera sebelum di lokasi. Masih dibonceng supir ojek online, kedua kaki saya menghimpit sisi kanan dan kiri badan motor untuk menjaga keseimbangan. Tas ransel dan kamera digendong ke depan. Kamera ready, saya potret dari atas motor yang cukup kencang melaju di jalan raya tersibuk di Indonesia. Bismillah, semoga baik-baik saja.

Instalasi seni bambu karya Joko Avianto di kawasan Bundaran HI, Jakarta. (Foto: Nadia K. Putri / publikasi di kumparan.com)

Untungnya sudah atur mode potret continuous speed dalam sekali jepret. Saya sempat meminta pak ojek online agar berputar dua kali mengelilingi instalasi itu. Walau prosesnya cukup membahayakan, akhirnya bisa bernapas lega karena dapat foto dari beberapa sudut. Pak ojek online pun mencari belokan untuk berputar agar saya bisa turun dengan selamat.

Mungkin beliau heran. Untuk apa memotret instalasi bambu? Perlahan, bayangan itu menghilang. Saya kembali coba berpikir positif dan tetap fokus. Toh instalasi ini juga bisa jadi objek wisata akhir pekan sekeluarga kan?

Setelah turun, saya seberangi pelican crossing dari arah Wisma Nusantara menuju Halte Plaza Indonesia. Mobil-mobil semakin kencang ketika saya menunggu. Ketika sirine tanda menyeberang berbunyi, seluruh mobil yang melintas direm, lalu saya berjalan cepat.

Sampai di lokasi instalasi, saya berhenti sejenak. Tampak turis asing memotret instalasi bambu dari kejauhan dengan kamera mirrorless. Saya juga ikut memotret meski siang terik.

Usai ambil satu frame, sempat terpikir untuk mendekat arah instalasi. Melihat ada jalan cukup lebar, saya hampir melangkah ke sana dan... wuzz! Bus Transjakarta berwarna biru melintasi jalan itu.

Patah hati rasanya. Ternyata itu bukan jalur pejalan kaki. Tapi jalur Bus Transjakarta.

Pemandangan instalasi seni bambu di antara gedung pencakar di kawasan Bundaran HI, Jakarta. (Foto: Nadia K. Putri / publikasi di kumparan.com)

Halte Plaza Indonesia masih satu pos seberang lagi. Saya langsung meninggalkan lokasi instalasi untuk menenangkan diri. Apa yang terjadi tadi ya? Sambil berkeliling untuk mencari sudut potret, tak sengaja bertemu seekor anak kucing bersembunyi di antara beton dekat jalur pedestrian.

Seekor anak kucing ditemukan di sekitar Plaza Indonesia, Jakarta. (Foto: Nadia K. Putri)


Saya sapa dengan mengelus kepalanya. Sebagai kenang-kenangan, saya potret rupanya agar suatu saat kami bisa bertemu lagi. Bahagia sekali bisa bertemu kamu, cing. Terima kasih sudah menenangkan. 

Halo! Semoga kita berjumpa lagi ya :) (Foto: Nadia K. Putri)

---

Kisah behind the scene (BTS) ini adalah kisah dibalik galeri foto tentang instalasi bambu yang saya liput untuk kumparan.com. Untuk lebih lanjut, silakan kunjungi: Keindahan Instalasi Bambu Karya Joko Avianto Menghiasi Ibu Kota.

Selamat menyambut akhir pekan!

Komentar

Postingan Populer

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri