Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Jendela Pesawat

Penumpang memotret pemandangan Pulau Halmahera dari pesawat. Penumpang mengaktifkan mode pesawat tanpa mengganggu sinyal navigasi. (Foto: Nadia K. Putri)

Tiba di Ternate itu seperti bernostalgia. Adik saya pernah di lahir kota Gunung Gamalama itu. Dari dalam pesawat, ia sibuk memotret penampakan pulau dengan kamera gawai pintarnya. Mungin saja akan dibagikan ke Instagram stories.

Foto udara penampakan gugusan Pulau Halmahera, Maluku Utara. (Foto: Nadia K. Putri)

Tapi, ia datang ke kota itu tidaklah tiba-tiba. Butuh persiapan. Apalagi terdapat perbedaan waktu dua jam antara kota Bekasi dan Ternate. Bisa aja ia mengalami jetlag.

Beruntungnya, ia memulai perjalanan dari kota Makassar. Jadi agak menghemat biaya tiket pesawat dibanding terbang langsung ke Ternate. Jarak tempuh lebih singkat meski ada perbedaan waktu satu jam.

Kalau dipikir-pikir, Indonesia itu, indahnya dari ujung ke ujung. Luasnya luar biasa, sehingga butuh transportasi yang dapat menjangkau seluruh wilayah dalam waktu cepat. Salah satunya pesawat.

Kalau cerita tentang pesawat, akhir-akhir ini sedang ramai harga tiket pesawat. Di berita, sejumlah warga di Aceh dan Medan membuat paspor demi terbang ke ibu kota negara. Bahkan jika ingin berlibur ke pulau eksotis kelas internasional seperti Bali dan Lombok saja, tetaplah butuh paspor ketika transit demi menekan harga tiket yang melambung.

Terlebih, jika mudik tiba. Beruntunglah penduduk di Pulau Jawa yang kaya akan opsi transportasi. Semua berjubel pergi mudik melalui kendaraan masing-masing dengan penuh jiwa rindu dan tulus. Bagaimana dengan penduduk pulau lain?

Foto udara Gunung Gamalama, Ternate, Maluku Utara. (Foto: Nadia K. Putri)

Akankah sama kisahnya sambil mengabdikan momen dari dalam jendela pesawat? Sembari berjaga, tetap mengaktifkan mode pesawat tanpa peduli gawai pintarnya butuh istirahat.

Komentar

  1. saya jg suka lihat pemandangan kepulauan indonesi kalau naik pesawat dr jendela

    BalasHapus
  2. Saya paling tidak bisa melewatkan pemandangan dari jendela pesawat setiap kali terbang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Insekuritas dalam Berkarya

ZAP Rawamangun Pindah Lokasi, Tenang, Kliniknya Ada Dimana-mana Kok

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan