Langsung ke konten utama

Wahai Pasangan Halal, Ingatkah Masa Romantis Kalian Dulu?

Pengunjung menikmati kerak telor di kawasan objek wisata Kota Tua, Jakarta. Susah senang bersama pasangan, makan kerak telor dulu supaya santai. 

Wahai pasangan halal, masih ingatkah masa-masa romantis kalian dulu?

Bertahun-tahun berjuang menghidupi hidup, kadang terlupa menghibur diri. Masing-masing sibuk dengan urusan, bahkan urusan badan pun terabaikan. Lalu, bagaimana kondisi keromantisan kalian?

Sebenarnya ada beragam cara untuk meluangkan waktu berdua, alias quality time. Momen berdua ini diperlukan untuk kembali mempererat ikatan mesra. Selain itu, bisa juga menyembuhkan amarah di dada akibat masalah-masalah sepele. Misalnya tidak cuci kaki setelah cuci motor yang bisa mengakibatkan cacingan dan lantai kotor lagi padahal sudah dipel.

Sepele bukan? Tidak jarang, masalah kecil begini bisa berujung angkara murka tak berkehabisan. Dendam tak berujung, kemudian mengungkit masa lalu buruk pasangan yang mungkin saja tampak jorok dan kentang.

Kentang banget lo!

Daripada berlama-lama, mengapa tidak saling memaklumi saja?

Ah susah! Dikasih tahu malah ngeyel. Yaudah gih, ini dia tipsnya.

1. Mandi bareng
Mandi bareng di pantai dengan anak. Mandi-mandi lucu saja, anggaplah sampai kaki basah. Lucu kan? (Foto: rawpixel.com/Pexels)

Bukan suatu hal ekstrim bagi pasangan halal, mandi bareng seharusnya adalah acara wajib untuk kembali mengenal lebih dalam siapa pasangan kita. Dimulai dari bentuk tubuh hingga kekurangannya, sampai ke yang lain and-you-know-it-what.
                                            
Tentunya, momen ini menjadi ajang saling menghargai ciptaan Tuhan. Karena Dia menciptakan individu secara unik dan kompleks. Bagaimana kalau kita dihadapkan individu yang dilahirkan berbeda di masyarakat? Misalnya down syndrome, bibir sumbing? Kaki palsu, celebral palsy, polio, kaki X, kaki O, tuli, dan lain-lain?

Urusan cibir-nyinyir dan diskriminatif pada kekurangan orang lain di antara obrolan internal bukan jadi kebiasaan ya pastinya.

2. Masak mi
Masak mi spageti bersama. Bersyukurlah kalau suami mau bantu iris mentimun hehe. (Foto: Pixabay via Pexels)

Sebagai pasangan halal yang pernah mencicipi nikmatnya kuliah, sudah dipastikan pernah masak mi sebagai penolong perut keroncongan. Pengalaman berharga yang tidak terlupa, membuat kita berdua menertawakan kekonyolan masak mi di penanak nasi (rice cooker) karena tidak ada wajan atau dandang.

Atau dapur kotor. Gas habis. Ada kecoa terbang. Ibu kos galak. Forbidden cooking-cooking.

Masak mi bersama juga menjadi sebuah ujian. Kalau keasinan, siapa dulu yang berkomentar? Kalau terlalu lembek, berkomentar juga tidak ya? Ah, asal kesetiaan masing-masing tidak lembek lah ya.

3. Boncengan motor
Pengunjung berpose dengan sepeda ontel di kawasan objek wisata Kota Tua, Jakarta. Foto hanya keterangan, anggap saja sedang berboncengan. (Foto: Nadia K. Putri)

Ini biasa, mulai dari TK sampai kerja, boncengan motor itu hal yang wajar. Asal ada syaratnya, entah dengan orang tua, kakak, adik, tukang ojek, numpang orang lain karena kemalingan motor, atau apesnya.. gara-gara kecipratan air becek dan bikin telat. Numpang deh. Tunjuk ibu jari.

“Permisi, boleh numpang tidak? Anu, saya bla-bla-bla.”

Tapi untuk pasangan halal, boncengan motor dilakukan dengan mesra dan penuh pertimbangan. Tetap patuhi aturan lalu lintas. Jaga nyawa masing-masing. Bawalah jas hujan, karena saat ini musim pancaroba.

Jangan lupa pakai peta online. Nanti malah ngedumel sendiri gara-gara ada yang tidak bisa baca peta. Kan bete.

4. Nongki-nongki cantik
Nongkrong jalan, ngobrol juga jalan. Mumpung berdua, manfaatkan waktu bersamanya. (Foto: burst.shopify.com via Pexels)

Nongkrong alias nongki sebenarnya tergantung pada kebiasaan masing-masing pasangan. Ada yang terbiasa nongkrong di kafe, mal, taman, atau forum diskusi. Ada juga yang cukup nongkrong di rumah mertua demi kemaslahatan dan kesejahteraan bersama.

Nongkrong kini mengalami pergeseran makna. Ditambah kata cantik, menjadi nongki-nongki cantik, membuat seluruh pasangan yang mayoritas kalangan milenial.. Menurut Anda apa?

Bangkrut perlahan.

Nongki cantik sebaiknya dibarengi keseimbangan alur kas atau cash flow. Lebih baik diarahkan ke aset dan investasi. Apalagi baru-baru ini, Kementerian Keuangan RI merilis Saving Bond Ritel alias SBR005. Imbal pasti, alur kas lancar jaya, nongki pun bisa diganti dengan aktivitas lain.

Btw, no investasi bodong ya. Please read dan validate more, okay?

5. Hitung duit
"Jadi begini sayang, Outlook Economy 2019 itu ada banyak kemungkinan. Salah satunya nilai rupiah yang bakal fluktuatif. Nanti hemat-hematin ya belanja barang branded, skin care impor, mainan action figure, kuota internet PUBG ya." (Foto: rawpixel.com/Pexels

Nah ini nih, satu poin yang wajib dilakukan seluruh pasangan halal seluruh dunia. Kenapa? Karena fakta lapangan menunjukkan, pertengkaran pasangan paling sering disebabkan faktor ekonomi.

Perihal finansial sebaiknya diutarakan jujur, transparan, dan kredibel. No tipu-tipu, layaknya lembaga anti rasuah. Bahkan jika salah satu ada yang membeli saham perusahaan, tas, sepatu, gamis, sedekah, sumbangan, tetaplah perlu bukti pembayaran.

Masa iya mau bohong terus saat hitung duit? Kapan mau membiayai anak sekolah dan pensiun tanpa deg-degan?

Itulah 5 cara merekatkan keromantisan pasangan halal dunia-akhirat. Masih banyak cara lain untuk merekatkan ikatan suci. Siapa tahu ada pasangan kreatif yang bisa menginspirasi kan?

Selamat mencoba!

-- 

Komentar

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Terowongan Kendal Sudah Berubah, Yuk Naik MRT!

Insekuritas dalam Berkarya

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan