Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Pekan di Lapangan Banteng

Seorang pria duduk di bangku semen di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta pada 9 Februari 2019. Beliau adalah salah satu pedagang kaki lima di sana, dan melayani pengunjung tiap kali bertandang di objek wisata ibukota tersebut.

Akhir pekan selalu memberi cerita yang tiada akhir. Akhir pekan selalu menyuguhkan pemandangan baru bagi anak rumahan, atau pun bagi para pejalan yang berpengalaman kelana.

Kali ini di Lapangan Banteng, baru pertama menginjakkan kaki di lapangan dengan Monumen Pembebasan Irian Barat itu. Saya masuk ke lapangan bola yang merangkap sebagai lintasan lari.

Sambil melihat sekitar, cahaya sore pukul 5 masih lumayan membantu. Mau tak mau, sebelum gelap setidaknya harus mendapatkan satu-dua jepretanlah. Bingung mau memotret apa, akhirnya saya berkeliling sambil melihat suasana yang ramai oleh anak-anak dan pedagang keliling.

Bukan suatu kebetulan, tujuan ke Lapangan Banteng adalah untuk memenuhi syarat tugas memburu foto di kursus fotojurnalistik sebuah media nasional. Lapangan Banteng sore itu sangat bersahabat, pas dengan agenda kursus yang sudah direncanakan jauh hari.

Beruntung, pengunjung masih mau “bersahabat” jika ada orang yang memotret suasana sekitar lapangan. Mereka tidak masalah dengan orang-orang yang hunting foto dan momen terbaik. Bapak pedagang keliling yang ada di foto ini, juga tampak santai saja ketika saya mengarahkan kamera padanya.

Begitu foto ini masuk di meja editor, atau sebut saja di ruang kelas beserta editor foto Pak Mosista Pambudi, hampir saja melewati proses terpilih sebagai foto praktik teori fotojurnalistik. Mengandalkan contoh-contoh foto Henri Cartier-Bresson dan sederetan fotografis legendaris dunia, rasanya cukup terbantu untuk mendorong imaji sebelum hunting foto.

Walaupun masih harus mencari sampai ke titik yang tidak pernah dibayangkan orang.

--

Hunting foto kali ini disponsori oleh Lembaga Pendidikan Jurnalistik Antara (LPJA), tepatnya bagian Sekolah Foto Jurnalistik Antara atau SFJA-nya. Lembaga ini cukup terkenal di kalangan fotojurnalis, pun juga masyarakat luas. Di SFJA, kebetulan tahun 2019 ini membuka kelas fotojurnalistik (kelas lanjutan) dan fotografi dasar (yang beberapa hari lalu berlangsung).

Terima kasih LPJA dan SFJA. Senang sekali bisa bergabung menimba ilmu fotojurnalistik. Semoga, bisa bermanfaat dan peka dengan keadaan sekitar.

Untuk pembaca yang berminat di dunia fotografi, yuk kunjungi laman media sosial LPJA di:

Instagram: @sekolahantara

Baru-baru ini, Sekolah Antara juga membuka Kelas Hobi Membuat Kerajinan Tangan dan Merangkai Bunga. 

Lucu! Yuk daftar!

Komentar

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Insekuritas dalam Berkarya

ZAP Rawamangun Pindah Lokasi, Tenang, Kliniknya Ada Dimana-mana Kok

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan