Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Terowongan Kendal Sudah Berubah, Yuk Naik MRT!


Beberapa minggu lalu, saya tiba di stasiun kereta cepat bawah tanah di sekitar Stasiun Sudirman, Jakarta Selatan. Ini baru kali pertama mencoba kereta cepat bawah tanah atau MRT yang saat itu sedang hangat dibicarakan. Katanya sih, seperti naik MRT di luar negeri.

Kereta MRT (moda raya transportasi) adalah proyek transportasi publik yang baru rampung pada Maret 2019 lalu. Proyek ini sempat membuka program uji coba publik secara gratis dari 5 Maret 2019 - 23 Maret 2019. Tujuannya, agar masyarakat bisa merasakan pengalaman naik MRT sebelum dioperasikan secara komersial, juga pihak MRT bisa menerima masukan untuk meningkatkan layanan moda transportasi ini.

Selama uji coba publik, baik masyarakat dan pihak MRT mengkampanyekan panduan untuk penumpang MRT Jakarta. Pengalaman penumpang dibagikan ke media sosial berupa foto, cerita, dan video, dan inilah yang akhirnya membuat saya naik MRT juga.

Akhirnya ya.

Namun, naik MRT bukan sebagai gegayaan seperti penumpang lain yang hanya mencoba-coba rute. Saya dapati itu saat naik dari Stasiun MRT Lebak Bulus, ada yang membeli tiket “agak mahal” hanya untuk bolak-balik merasakan sensasi naik MRT.

Setelah membeli tiket single trip di loket, saya tap kartu. Sebenarnya sama seperti naik KRL Commuter Line, sama banget mudahnya. Yang beda adalah kecepatan tempuh kereta, gerbong yang spacy, dan tempat duduk yang nyaman diduduki. Plus, ada sandaran kaca samping untuk melepas lelah menghadapi hidup, kenangan, kegagalan, dan macet ibu kota.

Sampailah di stasiun tujuan, Stasiun MRT Dukuh Atas, saya bertanya ke petugas stasiun. Ceritanya mau keluar stasiun supaya bisa tembus ke Stasiun Sudirman. Petugas stasiun mengarahkan saya ke pintu keluar yang langsung tembus ke pedestrian Dukuh Atas. Pedestrian ini akan mengarah ke Stasiun Sudirman.

Sempat ada rasa takut tersasar, tapi bercampur rasa penasaran yang tinggi. Apalagi kondisi saat itu sudah pukul 7 malam. Walaupun masih ada bantuan Google Maps atau aplikasi ojek daring, tapi tetap saja ya menjaga kepercayaan orang tua agar badan dan jiwa selamat sampai rumah itu…

Untungnya, malam itu baik-baik saja. Eskalator stasiun beroperasi baik, saya masih sanggup naik tangga, jalur pedestrian bersih, dan orang sekitar jalur itu tidak mengganggu. 

Pejalan kaki dan pekerja konstruksi di Terowongan Kendal, Jl. Kendal, Jakarta Selatan (Oktober 2018). Terowongan Kendal menjadi jalur utama untuk tujuan Dukuh Atas, Sudirman, dan Bundaran HI. Tahun 2019, terowongan ini direnovasi menjadi jalur pedestrian yang terhubung dengan Stasiun Sudirman dan Stasiun MRT bawah tanah Dukuh Atas. (Foto: Nadia K. Putri)

Sampai di Terowongan Kendal, semakin senang rasanya karena ada lampu neon warna-warni. Kabarnya, banyak pengunjung yang sering berfoto di tempat itu.

Pengendara ojek daring melintasi Terowongan Kendal, Jl. Kendal, Jakarta Selatan (Oktober 2018). Terowongan Kendal menjadi jalur utama untuk tujuan Dukuh Atas, Sudirman, dan Bundaran HI. Tahun 2019, terowongan ini direnovasi menjadi jalur pedestrian yang terhubung dengan Stasiun Sudirman dan Stasiun MRT bawah tanah Dukuh Atas. (Foto: Nadia K. Putri)

Setahun lalu, Terowongan Kendal adalah jalur utama untuk akses kawasan Dukuh Atas, Sudirman, dan Bundaran HI. Terowongan ini juga sering jadi tempat mangkal ojek daring, kadang angkot, atau pedagang asongan. Terowongan ini juga termasuk jalur alternatif dan tidak perlu berputar terlalu jauh ke Jalan Jenderal Sudirman.

Pekerja konstruksi di Terowongan Kendal, Jl. Kendal, Jakarta Selatan (Oktober 2018). Terowongan Kendal menjadi jalur utama untuk tujuan Dukuh Atas, Sudirman, dan Bundaran HI. Tahun 2019, terowongan ini direnovasi menjadi jalur pedestrian yang terhubung dengan Stasiun Sudirman dan Stasiun MRT bawah tanah Dukuh Atas. (Foto: Nadia K. Putri)
Pejalan kaki di sekitar Terowongan Kendal, Jl. Kendal, Jakarta Selatan (Oktober 2018). Terowongan Kendal menjadi jalur utama untuk tujuan Dukuh Atas, Sudirman, dan Bundaran HI. Tahun 2019, terowongan ini direnovasi menjadi jalur pedestrian yang terhubung dengan Stasiun Sudirman dan Stasiun MRT bawah tanah Dukuh Atas. (Foto: Nadia K. Putri)
Terowongan Kendal sudah berubah menjadi tempat ramah pengunjung. Jalur pedestrian tidaklah seberantakan bertahun-tahun lalu. Pasca pembangunan MRT Jakarta, semua tampak rapi, walau masih ada yang harus diperbaiki lagi.

Sumber:

Komentar

  1. ya ampun mbaaaa, pas baca judul aku msh mikirnya kendal di jawa tengah. tp kok ya ada mrtnya hahahahahaha... ternyata nama terowongannya terowongan kendal yaaa. aku baru tau loh. nasib rumah dan kantor ga dilewati mrt. jd ga terlalu familier ama nama2 terowongan di are sana :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehee sebenernya sih terowongan itu ada di Jalan Kendal. Tapi pas search di berita, rata-rata jadi nama "Terowongan Kendal" atau "Terowongan Jalan Kendal" gitu mbak. Sesekali monggo naik MRT, enak banget ternyata leluasa gitu

      Hapus
    2. Samaaa, saya juga agak bingung, katanya kendal tp pas baca lho jakarta tho ta kirain jawa tengah hahaha

      Hapus
  2. Aku yang tinggal dekat ibu kota sama sekali belom cicipin naik MRT. Seperti apa rasanya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasanya sama kayak naik KRL mbak. Cuma lebih cepat dan gerbongnya lebih dingin hehe

      Hapus
  3. Belum nyobain MRT. Waktu pembangunannya aja pernah ke sana. Pan kapan nyusur MRT, yuk?
    Ahahahahaha... SKSD

    eh, sama kayak komen pertama, aku tadi mikirnya Kendal Jateng loh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh mbak hehe bisa aja mbak Anazkia mah. Dari Stasiun Sudirman deket banget loh mbak, cuma selangkah aja

      Hapus
  4. Gw sampe sekarang malah belom pernah nyobain. Males antrinyah

    Wkwkwkwkwk

    Btw, salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gapapa mbak antri bentar wkwk, namanya juga transportasi umum hehe. Salam kenal juga ya mbak Riza

      Hapus
    2. Mbak, gw cowok mbak, wkwkwkwk

      Hapus
  5. Tadinya saya kira terowongan di Kendal, Jawa Tengah, lho. Setelah baca... oh, jalan Kendal. Saya lewat tempat ini tiap hari kalau pulang kantor, tapi nggak pernah ngeh kalau namanya Jl Kendal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya baru ngeh kalo terowongan itu Jalan Kendal waktu saya sering pesan ojek online. Awalnya nggak ngeh juga mbak hehe

      Hapus
  6. Aduh, aku tuh naik KRL belum pernah apalagi MRT. Hehe...
    Asyik kayaknya ya sejak ada MRT, jadi penasaran.

    Salam Kenal Kakak. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Daripada penasaran, sesekali nyoba yuk hehe. Salam kenal juga ya kak Einid :)

      Hapus
  7. Aku suka banget mengikuti berita tentang MRT ini pasca uji coba gratis sampai kini bayar penuh.
    Biar tambah greget aku bahkan subsribe ke channel YouTuber yang gemar berbagi pengalamannya naik MRT.
    ... dan sukses bikin semakin kepo ^^
    Maklumlah aku domisili Balikpapan, jadi saat ini jadi penikmat berita saja dululah

    Baidewei, subway,
    Salam kenal dari Kaltim, di mana Batu Dinding Borneo berada, mba Nadia... ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waahh, salam kenal juga mbak Anna. Kapan-kapan ayo naik MRT. Sebentar lagi akan ada peluncuran LRT juga loh mbak :D

      Hapus
  8. Aku nggak berkesempatan nyobain deh huhu

    Soalnya MRT diresmiiin pas aku udah kelar S2 di UI dan udah stay di Padang lagi huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaah sayang sekali kak. Padahal lumayan banget kan nyoba-nyoba dari Stasiun Sudirman terus jalan kaki sedikit ke stasiun MRT-nya huhu

      Hapus
  9. aku belum pernah nyoba naik MRT. nih.. huhu.. kapan ya?
    alhamdulillah ya pasca pembangunan mrt, pedestariannya jadi lebih rapi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk mbak, diatur jadwalnya hehe. Kalo mbaknya sering naik KRL, seenggaknya bisa mampir sebentar naik MRT. Pedestriannya rapi banget, nyaman buat lomba lari

      Hapus

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Jelajah Singkat Jogja 2 Hari

Insekuritas dalam Berkarya

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan