Langsung ke konten utama

Fotografi Jalanan (Street Photography) di Kota Cirebon


Kota Cirebon, ibukota kabupaten yang terletak di ujung Provinsi Jawa Barat ini menyimpan kisah dan keunikan tersendiri ketika saya kunjungi. Kota yang masih kental dengan sebutan kota keraton ini, rupanya adalah gudang berlimpah untuk melakukan fotografi jalanan atau street photography di Kota Cirebon.


Tepatnya di kawasan Pecinan dan Pasar Kanoman, saya dan ayah akhirnya berkeliling di daerah tersebut setelah mengunjungi Setu Patok, Taman Sari Goa Sunyaragi, dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Demi memanfaatkan waktu yang tinggal 2-3 jam lagi, kami pun berinisiatif untuk berkeliling sekitar pasar. Banyak hal yang saya temukan dan tidak disangka ternyata momen itu hanya sekelebat saja. Misalnya:

1. Rambu dilarang parkir
Pemandangan mobil dan sejumlah warga di sudut jalan Kota Cirebon (12/8/2019). Rambu dilarang parkir ini sebenarnya menjadi pengingat bagi sekitar. Foto: Nadia K. Putri.

Sudah biasa jika rambu-rambu hadir di setiap sudut jalan. Tujuannya, agar pengendara tetap tertib berlalu lintas, sesuai etika juga tentunya. Namun, ada hal lucu di luar sana yang sering terabaikan. 



Pemandangan mobil parkir persis di gerbang ruko, Kota Cirebon (12/8/2019). Gerbang ruko ini ditulisi peringatan agar pengendara mencari tempat parkir lain. Foto: Nadia K. Putri.

Entah karena terpepet, lupa, atau masa bodoh dengan papan rambu yang tegas menyampaikan pesan.

2. Dinding bercat kuning
Seorang pejalan kaki melintasi dinding kuning di kawasan Pasar Kanoman, Kota Cirebon (12/8/2019). Karena motor kami melesat kencang, hasil fotonya tidak begitu tajam. Foto: Nadia K. Putri.


Sebenarnya, dinding bercat kuning ini bukan yang istimewa-istimewa amat. Dan ini pun bukan dinding, lebih tepatnya pintu besi yang menutupi ruko, lalu dicat kuning. Namun karena berada di ruang publik, si pintu ini dicoret piloks hitam. Lalu, melintaslah seorang pejalan kaki~

3. Pedagang kaki lima
Sejumlah pedagang bersiap menggelar dagangannya di kawasan Pasar Kanoman, Kota Cirebon (12/8/2019). Kala sore, para pedagang ini biasa mendirikan tenda kaki lima yang menjajakan aneka kuliner saat malam hari. Foto: Nadia K. Putri.

Di mana-mana, sungguh wajar jika pedagang kaki lima bersiap-siap untuk menggelar tenda dan dagangannya. Mereka akan memasang bilah-bilah kayu, lampu, mendorong gerobak, dan perintilan lainnya. Karena kejadiannya begitu cepat, sang pedagang ada yang sedang mencuci sesuatu dan ada yang sedang mengambil sesuatu. Tidak begitu jelas, tapi ada “sesuatu” di sana.

4. Pengendara motor berkaus
Kala pejuang receh dan para pekerja berjuang~ Seorang pengendara motor berkaus hitam ini melintasi jalan raya di Kota Cirebon (12/8/2019). Foto: Nadia K. Putri.

Pengendara motor yang baik adalah yang mengenakan helm. Tidak mengenakan jaket juga tak apa. Namun yang saya temui tidak keduanya. Hal yang unik adalah rangkaian kata-kata dalam baju kausnya. Menyentil saja. Bagaimana menurutmu?

5. Anak memeluk ibu
Memeluk di ruang publik, ada seorang anak yang dipangku memeluk ibunya di kawasan Pasar Kanoman, Kota Cirebon (12/8/2019). Foto: Nadia K. Putri.


Tampaknya sang ibu tenggelam di badan anaknya ya? Duh!

6. Jalan dipenuhi plang merek
Pemandangan kawasan ruko di pasar pusat Kota Cirebon, (12/8/2019). Foto: Nadia K. Putri.

Begitulah kota, sisi pasar dan ruko selalu lekat dengan plang merek apa pun yang bisa dijual di Indonesia. 

Ah sebetulnya sih banyak yang terlewatkan. Sayang sekali, rasanya ingin diulang kembali agar tidak menyesal gara-gara pengaturan manual lensa kamera. Waktu yang berjalan, memaksa saya terus merekam momen banal jalanan yang estetis dan spontan.

Puas memburu objek spontan di jalanan sekitar Pecinan dan Pasar Kanoman, rasanya kok ingin mencicipi Nasi Jamblang Bu Nur ya. Kalau menurut ulasan di Google, Nasi Jamblang Bu Nur cukup terkenal di Kota Cirebon. Bahkan menjadi bucketlist pelancong dan pencicip kuliner. Saya ketik namanya di Google Maps sambil mengarahkan ayah. Namun ketika sampai, ternyata masih tutup saudara-saudara. Sayang sekali, padahal sudah menyusuri jalan agak jauh. Agar tak sia-sia, kami mampir sebentar di sebuah toko yang menjual oleh-oleh.

Saat masih sibuk mengutak-atik Google Maps, ayah justru mengegas motor dan berkeliling lagi. Seolah-olah ngerti jalan begitu, tapi siapa tahu kan ketemu warung nasi jamblang? Tidak sengaja, eh akhirnya dapat juga! Tepatnya di pinggir jalan depan swalayan Fresh Mart bernama "Nasi Jamblang Berkah". Warung nasi ini buka sore hari dengan sediaan lauk masih anget-anget. Sedangkan ayah menghabiskan wingko babat khas Cirebon yang dibeli di toko oleh-oleh tadi.Perjalanan kami tutup dengan singgah di stasiun akhir, Stasiun Cirebon. 

Kalau dipikir-pikir, perjalanan singkat ini tidak akan terjadi tanpa memesan tiket kereta api lebih awal di Pegipegi. Karena kalau mepet, harga tiket kereta api bakal melambung dan belum tentu dapat jadwal kereta api yang pas. Idealnya begitu, namun di balik itu, fitur pencarian tiket kereta api tidak semua menyediakan informasi kereta lokal. Misalnya kereta api Rangkasbitung, dan Merak, Banten. Sebelumnya, saya dan ayah hendak berencana pergi ke sana. Namun sayangnya, hasil pencarian tiket tidak tersedia. 

Untungnya, kami terpikir untuk pergi ke beberapa opsi kota, misalnya Cirebon, Tegal, dan Bandung. Pilihan akhirnya jatuh ke kota Cirebon karena waktu tempuh cepat (hanya 2 jam lebih) dan mudah untuk pesan tiket pulang-pergi di Pegipegi. Fitur pencarian kereta api cukup mumpuni meski harus "cepat-cepatan" dengan penumpang lain. Belum lagi kalau mepet pesan tiket kereta api, persiapan ini itu juga berantakan bukan?

Karena itu, saya dan ayah mengandalkan aplikasi daring Pegipegi untuk beli tiket kereta api. Di sana, kita juga bisa cek jadwal tiket kereta sesuai dengan kebutuhan. Pesan tiket kereta api online tanpa ribet, tanpa panik rebutan kursi. 

Akhirnya bisa bernapas lega usai jelajah di Kota Cirebon!

Komentar

  1. Halo mbak ini saya yang dari Gariswarnafoto, di Linkedin juga hehehe. Salam kenal ya. Wah lumayan rajin hunting ya mbak ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mas Zaki! Salam kenal yaa. Kebetulan banget mas ini huntingnya hehe. Terima kasih sudah berkunjung ya :)

      Hapus

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

ZAP Rawamangun Pindah Lokasi, Tenang, Kliniknya Ada Dimana-mana Kok

Terowongan Kendal Sudah Berubah, Yuk Naik MRT!

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan